KAMI SUKA MEMBINA KERJASAMA | KAMI MENJAGA KUALITAS PRODUK | KEPUASAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI | HOTLINE CALL: (+62) 08562700040



Tampilkan postingan dengan label serat kapuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serat kapuk. Tampilkan semua postingan

Penelitian Serat Kapuk Dalam Menyerap Minyak Mentah

>> Kamis, 03 Maret 2016


Serat kapuk merupakan bahan alam yang dapat diperbarui, ramah lingkungan dan memiliki sifat khas yaitu hidrofobik dan oilofilik sehingga berpotensi dalam pengendalian pencemaran minyak di laut dan pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbandingkan kapuk Indonesia dalam penelitian ini, dengan kapuk dari berbagai negara berdasarkan kandungan kimia kapuk, mengetahui potensi kapuk sebagai absorban berdasarkan karakteristik serapannya serta aplikasi di lapangan. 

Berdasarkan kandungan kimia serat kapuk, didapatkan kandungan ekstraktif yang dinyatakan dalam kelarutan air dingin 2.95% dan kelarutan air panas 4.05%, holoselulosa 95.93%, α-selulosa 34.94%, hemiselulosa 57.38%, dan lignin klason 13.18%. Potensi kapuk sebagai absorban diperoleh dari pengujian kapasitas absorpsi, waktu absorpsi, dan desorpsi kapuk terhadap beberapa sampel minyak atau oli. 

Hasil menunjukkan bahwa kapuk memiliki kapasitas absorpsi 40-52 g/g, waktu absorpsi 1-8 menit Kapasitas absorpsi mengalami pengurangan sebesar 15-30% yang selanjutnya absorpsi konstan. Perbedaan kapasitas dan waktu absorpsi dipengaruhi oleh faktor viskositas masing-masing sampel minyak atau oli dan faktor pengempresan kapuk. Berdasarkan sifat absorpsi tersebut, kapuk direferensikan menjadi absorban yang efektif dan efisien dalam oil removal. Oleh karena itu kapuk dapat diaplikasikan menjadi bahan material dalam booms, skimmer dan teknik penyerapan lainnya.

Read more...

Rindangnya Pohon Kapuk

>> Senin, 04 Mei 2015

Sepasang muda-mudi menikmati rindangnya pohon kapuk.



Taman Koleksi IPB adalah satu dari sedikit taman publik yang bisa dimanfaatkan secara gratis di Bogor. Meskipun kurang terawat dan ada sampah di sana-sini, rupanya tidak menyurutkan minat beberapa orang untuk sejenak hinggap menghindari panasnya Bogor di kala siang. Mulai dari mahasiswa yang numpang belajar sampai orang pacaran bisa ditemui pada bangku-bangku taman yang ada di taman ini.

Ternyata potensi ini tidak luput dari mata petinggi-petinggi IPB. Status baru IPB sebagai Badan Hukum Pendidikan agaknya membuat IPB harus lebih serius memutar otak bisnisnya untuk mendapatkan penghasilan secara mandiri. Maka dari itu, mengingat letaknya yang strategis di pusat kota dan berada tepat di sebelah Mall terbesar di Bogor, akhirnya sejak beberapa bulan yang lalu, berdirilah Resto Taman Koleksi dengan pilihan menu dan suasana yang unik.

Read more...

Pesawat Pertama Buatan Indonesia Lahir di Gudang Kapuk

>> Rabu, 22 April 2015

Siapa sangka sejarah penerbangan serta produksi pesawat terbang negara ini bermula dari sebuah gudang kapuk, tak lama setelah Republik Indonesia diproklamirkan. Dari gudang itu dunia penerbangan serta produksi pesawat Indonesia kemudian mengalami pasang surut akibat pengaruh politik serta kemerosotan ekonomi.

Cerita dimulai ketika Tentara Republik Indonesia (TRI) Angkatan Udara yang menjadi cikal bakal TNI-AU dibentuk dan mulai berdiri sebagai sebuah kesatuan pada 9 April 1946. Setelah terbentuknya TRI-AU, pada tahun yang sama dibentuk pula Biro Perencanaan dan Konstruksi yang berlokasi di Maospati, sebuah kecamatan di Jawa Timur yang menjadi pertemuan jalur dari 3 kabupaten, yaitu Magetan, Madiun dan Ngawi.

Kegiatan biro ini dimotori oleh sejumlah opsir, terutama Opsir Muda Udara II (setara Letnan II) Nurtanio Pringgoadisurjo, Wiweko Supono dan Sumarsono. Jauh sebelum kemerdekaan, ketiganya merupakan sosok yang mencintai dunia penerbangan. Bahkan, Nurtanio sempat mendirikan klub pecinta pesawat bernama Junior Aero Club (JAC) di masa pendudukan Jepang.

Laksamana Muda Udara Nurtanio
Saat pertama ditempatkan di Maospati, mereka hanya diberi ruangan kerja sebuah gudang kapuk. Oleh ketiganya, tempat itu disulap menjadi sebuah bengkel kerja sederhana yang kemudian berhasil menorehkan prestasi di bidang rekayasa pesawat udara.

Tak perlu menunggu lama. Setahun kemudian bengkel gudang kapuk itu berhasil menciptakan pesawat pertama hasil karya anak negeri. Tahun 1947 usaha mereka menghasilkan pesawat layang Zogling dengan kode NWG-1 (Nurtanio-Wiweko Glider). Nurtanio juga sukses mengujicoba pesawat tersebut.

Sebanyak 6 unit pesawat jenis itu telah dibuat dan digunakan untuk mengembangkan kepentingan penerbangan Indonesia dan pada saat yang sama memperkenalkan dunia penerbangan untuk calon pilot yang dipersiapkan untuk mengikuti pelatihan penerbangan di India.

Setahun berselang mereka menorehkan prestasi lagi saat berhasil membuat mesin pesawat pertama, yang merupakan modifikasi dari mesin Harley Davidson, WEL-X. Mesin ini dirancang oleh Wiweko Supono dan pesawat buatan mereka selanjutnya dikenal dengan nama RI-X.

Terhenti karena Agresi

Sayang, untuk sementara kerja keras mereka harus terhenti karena pada tahun yang sama pecah peristiwa pemberontakan PKI di Madiun serta agresi Belanda. Bengkel pesawat mereka pun terpaksa ditutup.

Pada periode itu kegiatan penerbangan di Indonesia lebih ditekankan sebagai bagian dari revolusi fisik untuk pertahanan negara ketimbang penciptaan. Namun, pada masa ini juga lahir pesawat-pesawat yang dimodifikasi untuk misi tempur.

Agustinus Adisutjipto adalah tokoh yang sangat berperan dalam periode ini. Dia telah merancang dan menguji sendiri pesawat terbang hasil rancangannya pada medan pertempuran udara yang sesungguhnya. Adisutjipto memodifikasi pesawat Cureng ke dalam versi serangan darat.

Sementara itu, usai ditutupnya bengkel di Maospati, sekitar Juli 1948 Nurtanio ditugaskan ke Manila, Filipina untuk melanjutkan studi kedirgantaraan di FEATI (Far Eastern Aero Technical Institute).

Setelah agresi Belanda dan pemberontakan PKI Madiun berakhir, kegiatan produksi pesawat dilanjutkan pada 1950. Namun, lokasinya tak lagi di Maospati, melainkan di Lapangan Udara Andir (cikal bakal Bandar Udara Husein Sastranegara) di Bandung, Jawa Barat.

Pada saat bersamaan, setelah menggondol Bachelor in Aeronotical Science dari FEATI, Nurtanio kembali ke Tanah Air dan pindah tugas ke Djawatan Teknik Udara di Lapangan Udara Andir.

Pada 1953 kegiatan di Djawatan Teknik Udara tersebut dilembagakan menjadi Seksi Percobaan yang memiliki 15 orang anggota. Seksi Percobaan berada di bawah pengawasan Komando Depot Perawatan Teknik Udara yang dipimpin Nurtanio dengan pangkat baru sebagai Mayor Udara.

Read more...

Pentingnya Inovasi Desain Bantal dalam Bisnis

>> Selasa, 21 April 2015

Orang seringkali lupa ketika merasa produknya sudah menjadi yang terdepan dalam persaingan bisnis. Padahal dalam dunia bisnis, yang terus berinovasi yang akan terus menjadi pemenang.

Jika Anda percaya roda kehidupan terus berputar, demikian juga dengan roda bisnis. Mungkin tahun ini produk Bantal Anda menjadi market leader, tetapi tahun depan belum tentu. Persaingan dalam bisnis sangatlah ketat. Pesaing-pesaing baru terus bermunculan setiap hari. Tak sedikit dari mereka hadir dengan membawa inovasi baru. Jika Anda terus bertahan dengan cara lama, yang terjadi adalah bisnis Anda akan semakin jauh tertinggal.


Seberapa penting sebenarnya inovasi dalam berbisnis? Mengutip tulisan Yoris Sebastian di majalah Bisnis Market, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa inovasi penting bagi bisnis Anda.

Inovasi dibutuhkan agar bisnis Anda selalu relevan bagi konsumen. Semakin hari konsumen semakin memiliki karakter yang senang menggunakan produk-produk ramah lingkungan. Alasannya tentu saja karena mereka semakin memiliki kesadaran pentingnya kelestarian lingkungan dimana mereka tinggal, terutama soal limbah setelahnya. Jika bantal berbahan serat sintetis dengan sifat tahan lama dan tentu saja susah diuraikan tanah untuk limbahnya, sekarang orang cenderung lebih suka yang berisi serat alami seperti serat kapuk karena selain aman buat kulit dan juga limbahnya mudah diurai oleh tanah.


Mengganti produk desain kain cover. Beberapa tahun lalu Anda mungkin masih menggunakan kain biasa yang sudah umum dilingkungan anda. Sekarang cobalah dengan kain yang corak dan warnanya lain mungkin lebih bergaya modern dan bergaya muda.




Memberikan untung lebih besar. Peluncuran produk terbaru selalu ditunggu oleh konsumennya. Sebenarnya yang mereka tunggu adalah inovasi desain terbaru yang akan digunakan dalam produknya tersebut. Konsumen bersedia membayar lebih tinggi untuk sebuah inovasi. Dalam bisnis hal itu akan meningkatkan profit margin.

Read more...

Musim Kemarau Pati Selatan Jawa Tengah Rawan Kebakaran

>> Senin, 08 September 2014

PATI – Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Pati mempunyai potensi kerawanan kebakaran cukup tinggi. Daerah yang mempunyai ancaman paling besar berada di wilayah Pati selatan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Pati Heru Suyanta mengatakan, wilayah Pati selatan yang masuk dalam kawasan rawan kebaran yakni Kayen, Karaban, Tambakromo, Jakenan, Puncakwangi dan sekitarnya. Ini disebabkan, wilayah tersebut didominasi wilayah perajin kapuk dan kapas, yang mudah terbakar saat kondisi cuaca panas.
”Kami memang lebih memfokuskan daerah tersebut. Namun tentu saja kami juga tidak menutup kemungkinan adanya potensi kebakaran di daerah lain. Dengan menyiapkan tim yang selalu standby selama 24 jam, kami siap melayani masyarakat saat terjadi kebakaran,” jelasnya kepada Koran Muria, Kamis (5/6).
Lebih lanjut Heru menuturkan, kapuk sangat rentan terbakar ketika cuaca terlalu panas. Sehingga menimbulkan percikan api yang akhirnya memunculkan bara jika tidak segera ditangani. Apalagi kapuk tergolong bahan mudah terbakar, maka penyebaran api akan sangat cepat.
Selain itu, tanaman tebu juga berpotensi terbakar. Karena daun tebu yang mulai mengering, akan cepat terbakar, ketika ada percikan api, meskipun dalam skala kecil. Oleh karenanya PMK Pati mulai melakukan sosialiasi kepada pengusaha kapuk dan petani tebu.
”Kami edukasi masyarakat, untuk dapat meminimalisir terjadinya kebakaran akibat kelalaian. Seperti karena lupa mematikan kompor maupun menggunakan instalasi listrik yang tidak sesuai dengan standar yang ada,” ujarnya.
Khusus untuk usaha yang rawan terjadi kebakaran, pihaknya juga telah meminta agar setiap pengusaha untuk menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Sehingga saat terjadi kebakaran dapat mendapatkan penanganan secepatnya dan tidak sampai menyebabkan kerugian yang lebih luas.
”Kalau harapan kami setiap 150 meter persegi dapat dipasang setidaknya satu APAR. terutama untuk daerah yang dijadikan tempat berkumpul orang, seperti pabrik atau tempat usaha lainnya,” pungkasnya.

Read more...

Bantal, Tak Cuma Alas Kepala

>> Jumat, 18 November 2011



Sejarah bantal dimulai dari sejarah manusia, bahkan sebelum baju ditemukan, karena secara naluri manusia akan memakai barang yang nyaman untuk tidur.

Pada awalnya bantal menunjukkan tingkat kesejahteraan dari seseorang pemiliknya. Bantal telah dikenal oleh masyarakat Mesir kuno. Kemudian bantal dengan teknik penjahitan modern dan bantal dengan ornamen dikenal di Tiongkok sebagai barang berharga tinggi yang kemudian juga dikenal di Eropa abad pertengahan.


Dalam sejarah, bantal semula lebih banyak dipakai oleh sebagian besar kaum yang kaya, dan sudah ditemukan di kuburan Mesir kuno. Kesukaran dalam pewarnaaan dan teknik jahit-menjahit menyebabkan perkembangan bantal sebagai bentuk karya seni, dengan bantal yang dihiasi menjadi komoditas berharga terlebih dulu di Cina dan kemudian di Eropa.

Di Pertengahan Revolusi Industri mulai dilakukan produksi masal tekstil yang dihiasi dan bantal yang dihiasi. Bantal tradisional Cina biasanya berbentuk kotak yang terbuat dari kayu, batu, metal ataupun porslen. Orang-orang Yunani kaya menaruh kepala dan kaki di atas bantal bordir kaya dan guling.
Orang Mesir, berfilosofi tentang kepala sebagai tempat hidup, banyak perhatian dicurahkan, detail, dan uang pada bantal untuk orang mati. Namun Orang Cina berpikir bahwa bantal lembut merusak vitalitas tubuh, dan bantal mereka terbuat dari kayu, kulit , dan bahan keramik. Beberapa bahkan diisi dengan pengobatan herbal untuk menyembuhkan penyakit, mengembalikan kehilangan gigi, dan mengilhami mimpi indah.


Orang-orang Eropa menggunakan bulu-bulu angsa untuk dijadikan bantal. Sedangkan orang-orang Indonesia banyak menggunakan serat-serat kapuk untuk mengisi bantal-bantalnya. Keduanya mempunyai persamaan adanya unsur kenyamanan dan empuk. 
Permasalahan kemudian timbul, bagaimana bantal yang mereka punya bisa berumur lama? Orang-orang Indonesia menjemur bantal kapuknya agar serat-serat yang basah bisa kering dan mengembang kembali. 
Sesuai dengan perkembangan teknologi orang menciptakan serat-serat sintetis sebagai pengganti serat alam yang dianggap sumbernya terbatas dan tingkat empuknya masih dirasa kurang. Perkembangan jaman kemudian ditemukan busa latex sebagai bantal karena dianggap awet, tidak gampang kempes dan nyaman.

Bantal Dacron (Empuk dan Lembut)
Banyak sekali jenis dacron di pasaran, sebagian merupakan serat-serat yang gampang patah sehingga serpihannya bisa menimbulkan debu yang untuk sebagian orang menjadikan alergi. Jenis dacron terbaik saat ini adalah siliconized polyester fiber yaitu serat-serat polyester silikon. Dacron ini mempunyai serat-serat yang sifat daya kembangnya tinggi sehingga ciri-cirinya bobotnya ringan tapi mengembang sekali. Karena itu akan sangat empuk dipakai. Keunggulan bantal ini adalah karena keempukan dan kelembutannya.

Bantal Busa Latex (Daya Tahan Lama)
Latex adalah karet alam, sifat dasarnya sangat elastis sekali. Untuk membuat bantal, terlebih dahulu karet ini dikembangkan menjadi busa. Kebanyakan bantal latex adalah berbentuk contour, yaitu bentuknya disesuaikan dengan kontur kepala kita. Tanpa diragukan lagi busa latex dalam berbagai kegunaannya, termasuk bantal, mempunyai daya tahan yang sangat lama.

Super Foam (Busa Nyaman)
Busa super adalah busa sintetis yang berkualitas sangat baik sekali. Kelebihan busa ini dibanding busa latex adalah kemampuannya untuk meredam efek pegas seperti yang ditimbulkan oleh busa latex. Busa ini tidak akan langsung kembali setelah diberikan beban, sehingga akan membuat lebih nyaman.


Bantal Mewah
Seringkali kita tidak memperhatikan kualitas kain kulit bantal yang kita miliki, walaupun telah mahal kita membelinya. kain-kain non katun umumnya mempunyai efek panas, sehingga bagi yang peka akan merasa tidak nyaman.




Dari banyaknya jenis bahan pengisi bantal dari yang serat alami seperti serat kapuk, bulu angsa dan serat sintetis seperti polyester, busa, kami lebih cenderung memilih yang alami karena bahan seratnya sangat nyaman, sangat baik buat kulit kita sebab tidak panas dan tidak menimbulkan iritasi. Mungkin tidak punya daya tahan lama karena seratnya alami, akan tetapi ini sangat baik buat bumi kita ini, mudah terurai oleh tanah dan ramah lingkungan (environment friendly). Semua pilihan kami kembalikan pada anda, harapan kami cuma satu yaitu bersama kita bisa berbuat lebih baik untuk kelangsungan dan kelestarian bumi ini, warisan yang mungkin tak ternilai buat anak cucu kita di masa depan. Mari menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan mengurangi yang sintetis, dengan kapuk fiber kta akan mewujudkan itu jadi kenyataan.
Maju Terus Agrobisnis Indonesia !

Read more...

Kasur Kapuk Lipat

>> Kamis, 01 September 2011


Saya ini termasuk dalam generasi kapuk. Maksud saya, generasi yang dibesarkan di atas kasur kapuk. Bukan seperti manusia-manusia modern sekarang yang tidur di atas besi yang dipilin-pilin hingga menyimpan energi pegas dan bila ditiduri akan mentul-mentul.
Bagi saya, tempat tidur kapuk itu unik. Mau dibilang empuk tapi kok kalah empuk dengan kasur pegas. Mau dibilang keras kok ya tidak sekeras tikar jerami yang di taruh di atas lantai. Mungkin rasa “pas”, itu yang cocok untuk menggambarkan kasur kapuk dalam pandangan saya.
Selain rasanya yang seperti saya tulis di atas, kasur kapuk juga punya keunikan lain. Keunikan itu adalah pada aromanya yang khas.

Aroma kasur kapuk, apalagi yang sudah lama ditiduri, itu khas sekali. Entah bagaimana saya menggambarkannya dengan kata-kata. Yang jelas, tidur di kasur kapuk itu rasanya seperti dipeluk oleh kehangatan aroma khas itu. Selain itu kasur kapuk relatif tidak menyerap panas beda sama kasur pegas yang justru konduktor panas, hal ini menyebabkan kasur kapuk terasa nyaman saat udara mulai memanas sekalipun. Kalau kita berpikir lebih jauh lagi kasur kapuk ini mempunyai dampak positif bagi bumi kita ini karena sifatnya yang ramah lingkungan dan terbarukan, akan tetapi karena sifat alaminya tersebut kasur kapuk tidak bisa berumur cukup lama dibanding produk sintetis turunan dari minyak bumi.

Kasur kapuk juga lucu karena ada tipu-tipunya. Ada kasur kapuk yang terlihat gendut semlohai saat berada di toko tapi langsung kurus kering dan kempot ketika sudah ditiduri barang satu minggu. (ada yang bilang kasur model ini kapuknya ditiupi angin hingga mengembang dan terlihat berisi). Selain itu kasur kapuk juga perlu diisi ulang setiap beberapa lama. Proses isi ulangnya juga unik yaitu dengan mengeluarkan kapuk yang sudah ada di dalam kasur, mengaduknya dengan kapuk baru (yang lagi-lagi timbangan dan penampakannya bisa ditipu-tipu), lalu memasukkannya lagi ke dalam kasur. Semua harus dilakukan dengan penutup hidung karena serat-serat kapuk yang halus sering nakal dan beterbangan lalu hinggap di hidung hingga membuat bersin berkepanjangan.
Sekarang demi kepraktisan saya sudah tidak memakai kasur kapuk lagi. Selain karena sudah jarang yang jual, saya juga tidak tahan dengan praktek tipu-tipu seperti yang saya sebut di atas. Tapi selalu ada kerinduan akan kasur kapuk. Setiap kali pulang ke Jakarta, saya selalu menyempatkan tidur di kasur kapuk milik ibu. Rasa dan baunya, sungguh khas.
Dua minggu lalu saat berjalan-jalan ke Ubud secara tidak sengaja saya menemukan sebuah toko penjual kain batik antik. Tanpa disengaja pula saya melihat salah satu produk mereka yang adalah kasur kapuk yang bisa dilipat sedemikian rupa hingga menjadi semacam sofa kecil. Saya langsung jatuh cinta begitu merasakan duduk dan tiduran di atasnya. Bau khas kapuk segera menyergap hidung saya dan mengembalikan kenangan masa lalu yang indah. Tanpa pikir panjang saya langsung menanyakan harganya. Tawar menawarpun berlangsung seru karena si pemilik toko, seorang nenek yang menyebut dirinya sebagai dadong (bahasa Bali untuk nenek), sangat baik, ramah, dan penuh canda. Tanpa dikira saya berhasil mendapatkan harga yang menurut saya murah. Jadilah kasur kapuk lipat itu saya boyong ke rumah.
Di rumah, kasur lipat itu benar-benar menjadi teman saya saat membaca buku atau sekedar tidur-tiduran di siang bolong nan panas. Menaruh badan saya di atasnya serasa seperti kembali ke pelukan keluarga yang hangat. Apalagi kasur lipat itu dibalut batik antik seperti yang almarhumah eyang saya selalu pakai setiap hari, sungguh nyaman rasanya.
Lagi-lagi saya termasuk dalam generasi kapuk. Jadi mungkin tulisan ini sangat tidak berarti bagi generasi pegas.

Read more...

Rindu Menunggu Kapuk Randu

>> Senin, 01 Agustus 2011


“Nunggu sharing? No Way!” ujar Sudarto, Ketua LMDH ( Lembaga Masyarakat Desa Hutan ) Aman Sentosa Desa Guwo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati.  Pasalnya, Sudarto yakin bahwa nilai sharing yang akan diterimanya jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan hasil pemanfaatan lahan diwengkonnya. Faktanya, optimalisasi lahan gaya Ketua Paguyuban LMDH se-KPH Pati ini, mampu menghasilkan aliran dana dengan hitungan Milyar rupiah bagi kas LMDH.


Dan boleh percaya atau tidak, semua itu hanya diperolehnya dari tanaman Kapuk Randu (Ceiba pentandra (L) Gartin var. Indica (DC) Bakh).
Ditemui di SD yang dipimpinannya, Sudarto didampingi Hadi, seksi reboisasi LMDH Aman Sentosa, menuturkan awal mula berdirinya LMDH yang pernah meraih juara pertama tingkat Unit I itu.  Menurutnya, semua berawal dari konsep PHBM yang ditawarkan Perhutani dalam sosialisasinya.  “Bagi masyarakat, konsep itu merupakan sebuah pemikiran baru.  Sebuah prasangka yang baik, kalau dulu masyarakat desa hutan hanya melihat, sekarang turut terlibat dan menikmati hasilnya”  jelas penyuluh swadaya masyarakat ini.
Awalnya, lanjut Sudarto, masyarakat kurang yakin terhadap niat Perhutani untuk berbagi, tidak saja dari hasil produksi kayu tetapi juga pemanfaatan lahan yang ditanami sesuai dengan keinginan masyarakat.  Setelah yakin, Sudarto segera menangkap peluang itu.  Dengan fasilitasi Perhutani, LMDH Aman Sentosa berhasil dibentuk dan diaktenotariskan.  Pengurus dipilih dari para pesanggem dan tokoh-tokoh desa yang peduli terhadap kelestarian hutan.
Hal pertama yang dilakukan pengurus, menginventarisir sumberdaya hutan yang masuk dalam wengkonnya.  Hasil pengamatan inilah yang kemudian melahirkan kebijakan dasar optimalisasi ruang kelola.  Menurutnya, diperlukan cara yang tepat dan cepat dalam memanfaatkan lahan untuk sesegera mungkin menunjukan dampak PHBM kepada masyarakat desa hutan.  Pasalnya, potensi tegakan yang ada di wengkonnya tidak akan mungkin memberikan nilai sharing yang tinggi dalam waktu yang cepat.  Alhasil, upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berjalan lambat bila menunggu sharing hasil produksi kayu.
Para pengurus LMDH kemudian berembug untuk mencari jalan keluarnya.  Hasilnya, mencoba merubah komoditas yang biasa ditanam para pesanggem dengan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi.  “Komoditas ekspor seperti porang menjadi pilihan” tutur Sudarto.  Selain porang, lanjut Sudarto, tanaman kapuk randu menjadi harapan bagi kas LMDH.  Di wengkonnya terdapat lebih dari 9.000 pohon kapuk randu yang ditanam secara bertahap di sepanjang tepi sungai dan tepi hutan.
Menurut Hadi, menanam randu termasuk mudah dan hasilnya tinggi.  “Hamanya hanya orang Mas.  Pengembala sering mengambil daun randu untuk pakan kambingnya.  Tapi saya akali dengan granule, sehingga kalau daunnya diambil untuk pakan kambing, dijamin kambing yang makan daun itu pasti mati” ujarnya tertawa, seraya menyebutkan dirinya sudah memasang papan peringatan berbunyi, AWAS TANAMAN BERACUN, agar pengembala tidak mengambil daun randu untuk ternaknya.
Untuk dua tahun ke depan, tutur Sudarto, kami akan memiliki sumber dana yang relatif lebih besar dibanding sharing.  Usut punya usut, dana tersebut ternyata dari hasil panen randu.  Bahkan, hitungannya menembus angka Milyaran rupiah untuk setiap tahunnya.  Dan, itu akan berlangsung terus secara rutin selama daur randu yang bisa mencapai umur 30 – 50 tahun.
Satu pohon randu, menurut Hadi, bisa menghasilkan buah randu sebanyak 140 kg.  Buah berbentuk kapsul itu, laku dijual dengan harga Rp 2.500/kg.  Artinya, setiap pohon familiBombacaceae itu, akan menghasilkan Rp 350.000.  Padahal, LMDH Amana Sentosa telah menanam randu yang dititipkan kepada pesanggem sebanyak 9.000 pohon.  Apabila diambil rata-rata per pohon menghasilkan Rp 250.000, dengan 4.000 pohon saja, akan mengalirkan dana sebesar Rp 1 Milyar per tahun ke Kas LMDH.
Kapuk randu menurut Sudarto, dipanen satu tahun sekali dan hasil panennya dibagi dengan pola, 70 % untuk LMDH dan 30 % untuk Perhutani.  Sedangkan pesanggem yang dititipi randu oleh LMDH mendapat bagian dari LMDH yang besarnya tergantung dari jumlah pohon dan keberhasilannya menjaga pohon tersebut.  Optimalisasi ruang kelola telah terbukti memberikan hasil yang lebih tinggi bagi LMDH dibandingkan dengan sharing hasil produksi. Dengan dana segar sebesar itu, LMDH Aman Sentosa dapat berbuat banyak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan.
Hal yang sama dikemukakan Jono, Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki, Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.  Meskipun menyodorkan data dengan hitungan yang berbeda, Jono sependapat bahwa tanaman kapuk randu sangat prospektif sebagai sumber pendapatan LMDH.
Menurutnya, LMDH Sumber Rejeki memiliki 4.000 pohon randu yang merupakan hasil tanam tahun 2004.  Berdasarkan pengalamannya sebagai petani randu yang biasa dalam bisnis tanaman industri serat ini, satu pohon randu menghasilkan 200 kg buah.  Harga per kilo berkisar anatara Rp 1.500 sampai Rp 1.900.  “Tapi, kalau tebasan hanya laku Rp 150.000 per pohon.  Padahal, penebas itu bisa menghasilkan sebesar Rp 300.000 – Rp 500.000 setelah menunggu selama enam bulan” jelasnya.
Prospektif
Kapuk randu memiliki prospek yang baik sebagai sumber pendapatan LMDH.  Menurut Hadi, ‘mantri randu’ LMDH Aman Sentosa, selain mudah tumbuh, harga kapuk randu relatif lebih stabil.  Pangsa pasarnya terbuka luas.  “Kapuk dikirim ke Karaban, di sana menerima buah kapuk dengan jumlah tak terbatas.  Soalnya, permintaan kapuk untuk kasur, bantal, terus meningkat” paparnya.
Pengembangan selanjutnya dari kapuk randu ini, Sudarto berharap, LMDH Aman Sentosa dapat mengolah sendiri buah kapuk randu dan mendistribusikannya langsung kepada konsumen di luar daerah.  “Selain itu, bijinya pun dapat menghasilkan minyak.  Namun, kami belum tahu cara mengolah biji kapuk randu menjadi minyak dan pasar hasil produksinya nanti ” ujarnya diujung perbincangan.
Sementara itu, Jono, Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki yang juga “pemain” kapuk randu, menyebutkan prospek komoditas ini sebagai basis bisnis LMDH.  “Saat ini, banyak pohon randu yang ditebang karena kebutuhan kayu untuk pembangunan.  Selain itu, masyarakat juga menganggapnya menaungi ketela yang jadi tanaman pokoknya, jadi randu yang ditanam di lahan masyarakat semakin berkurang.  Padahal permintaan kapuk terus meningkat.  Jika Karaban panen, harga kapuk tinggi” jelasnya.  Menurut Jono, masyarakat lebih memilih kasur kapuk randu dibandingkan berbahan busa atau serat berbahan sintesis lainnya.  “Lebih empuk dan hangat” ujarnya tersenyum.
Soni Diantoro, KSS PHBM KPH Pati, membenarkan prospek kapuk randu ini sebagai bagian dari upaya optimalisasi lahan.  Menurutnya, LMDH di wilayah KPH Pati termasuk LMDH dengan sharing kecil.  Optimalisasi ruang kelola dengan memilih komoditas yang prospektif menjadi satu-satunya cara mempercepat dampak PHBM terhadap masyarakat.  Kapuk randu adalah salah satu komoditas yang dipilih oleh masyarakat.
Kapuk randu, lanjut KSS PHBM peraih penghargaan terbaik se Unit I ini, memiliki beberapa keunggulan, yakni : Pertama, mudah dibudidayakan, Kedua, waktu panen lebih singkat (5 tahun) dengan daur pohon bisa mencapai 50 tahun, Ketiga, harga buah randu relatif lebih stabil dengan pangsa pasar yang terjamin, Keempat, termasuk tanaman konservasi, makanya ditanam di tepi-tepi sungai, dan Kelima, memberikan keuntungan lain berupa industri lebah madu bagi masyarakat.
Menurut Soni, masyarakat Pati sudah sejak lama bergelut dengan randu.  Karaban sebagai pusat kapuk randu, merupakan station market yang menjamin penyerapan hasil panen kapuk randu.  “Dari Karaban itu, kapuk randu menyebar kemana-mana, hampir ke setiap propinsi di Jawa.  Permintaannya terus meningkat” papar Soni seraya menyebutkan, Perhutani menyerahkan sepenuhnya pemilihan komoditas ini kepada LMDH.  “Tidak ada instruksi, kami hanya mengarahkan bahwa pemilihan komoditas harus mempertimbangkan aspek pasar.  Jadi, mulailah dengan pasar, baru kemudian budidayanya” ujarnya menutup perbincangan.
Dengan dana segar sebesar itu, LMDH-LMDH berkategori “kurus” dapat melakukan kreativitas sosial ekonomi sebagaimana yang dilakukan oleh LMDH-LMDH ‘gemuk’.  Bahkan, upaya untuk mempercepat berputarnya roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, dapat dilakukan secara terus menerus dengan jaminan kontinuitas pasokan dana yang relatif lebih stabil kepada kas LMDH hingga akhir daur hidup randu.
Meninggalkan Guwo, NASHA melaju perlahan.  Di kiri kanan jalan ku lihat pohon kapuk randu tegak dengan gagahnya.  Daun majemuk menjari dengan 5-8 anak daun, melambai di ujung tangkai yang panjang.  Percabangan mendatar seperti jeruji roda pedati, berhiaskan bunga putih kekuningan yang menggantung.  Buah berbentuk kapsul, lonjong, panjang dan keras, berwarna hijau, sebagian berwarna tua kecoklatan dengan gumpalan putih serat kapuk bertabur bulir biji hitam, menyembul dari cangkang yang membuka.
Semilir angin mengiringi senyumku ketika melaju meninggalkan Pati menuju Semarang.  Ada rindu yang menggantung di kelopak bunga randu.  Rindu menyaksikan geliat kesejahteraan masyarakat di tepi hutan dengan baris tegakan kapuk randu.
Selamat Berjuang Sahabat ! Tuhan telah memberikan berkah lewat hutan.
Jangan biarkan berkah itu berubah menjadi musibah.

Read more...
Powered By Blogger
JANGAN SALAH MEMILIH DALAM BERBISNIS | ANDA LAYAK MENDAPATKAN PRODUK TERBAIK | HUBUNGI : ARIF MULYADI (+62) 08562700040