KAMI SUKA MEMBINA KERJASAMA | KAMI MENJAGA KUALITAS PRODUK | KEPUASAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI | HOTLINE CALL: (+62) 08562700040



Tampilkan postingan dengan label ramah lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramah lingkungan. Tampilkan semua postingan

Kapuk Karaban Diekspor Hingga ke Jepang Tahun 2020

>> Kamis, 25 Februari 2021

Jika di tanah air kapuk randu jadi bahan baku kasur, lain halnya dengan di negeri matahari terbit Jepang yang menjadikan serat kapuk menjadi bahan baku pembuatan body armour (baju pelindung untuk polisi dan militer).

Hal ini diungkapkan salah satu IKM (Industri Kecil Menengah) dari Desa Karaban, Gabus Pati dengan produk Kapuk Fiber yang diekspor ke negeri matahari terbit tersebut. Untuk melakukan produksi kapuk jenis ini memiliki spesifikasi khusus dan tidak setiap pabrik tempat produksi memiliki kemampuan membuatnya karena berbeda kegunaannya.


Kapuk fiber telah terjaring dalam pelatihan ECP (Export Coaching Program) tahun 2021 selama kurang lebih 1 tahun serentak akan dilaksanakan di tiga provinsi yakni regional Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

ECP sendiri terlaksana berkat kerjasama Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mengadakan Workshop dan Verifikasi Perusahaan Export Coaching Progam selama empat hari dari tanggal 22-25 Februari 2021 bertempat di Hotel Gets Semarang.

“Kami telah menunggu program pemerintah ini yang mana akan dilakukan inkubasi sampai berhasil melaksanakan ekspor di NTE (Negara Tujuan Ekspor) sebab produk Kapuk Fiber punya pasar yang potensial dan sangatlah ramah lingkungan,” ungkap Dimas, Selasa, 23 Februari 2021 .

Perusahaannya telah melakukan ekspor untuk pertama kalinya di Agustus 2020 yang lalu melalui pihak ketiga. Selain itu, kemarin bertepatan saat mengikuti workshop ini yang bersangkutan telah menerima hasil uji sampel yang dikirim ke Jepang.  “That Java Kapok is Indonesia’s most Eco Friendly Fiber,” Ungkap Client Jepang.

“Semoga dengan inkubasi ECP ini, bisa memberi dampak positif ke Masyarakat Kabupaten Pati. Karena dapat menyerap tenaga kerja dan membuka lahan pekerjaan baru. Sehingga mampu memberikan PAD Kabupaten Pati dan Devisa Negara. Sebab sangatlah besar potensi pasar untuk produk kapuk randu di luar sana,” harapnya.

Read more...

Penelitian Serat Kapuk Dalam Menyerap Minyak Mentah

>> Kamis, 03 Maret 2016


Serat kapuk merupakan bahan alam yang dapat diperbarui, ramah lingkungan dan memiliki sifat khas yaitu hidrofobik dan oilofilik sehingga berpotensi dalam pengendalian pencemaran minyak di laut dan pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbandingkan kapuk Indonesia dalam penelitian ini, dengan kapuk dari berbagai negara berdasarkan kandungan kimia kapuk, mengetahui potensi kapuk sebagai absorban berdasarkan karakteristik serapannya serta aplikasi di lapangan. 

Berdasarkan kandungan kimia serat kapuk, didapatkan kandungan ekstraktif yang dinyatakan dalam kelarutan air dingin 2.95% dan kelarutan air panas 4.05%, holoselulosa 95.93%, α-selulosa 34.94%, hemiselulosa 57.38%, dan lignin klason 13.18%. Potensi kapuk sebagai absorban diperoleh dari pengujian kapasitas absorpsi, waktu absorpsi, dan desorpsi kapuk terhadap beberapa sampel minyak atau oli. 

Hasil menunjukkan bahwa kapuk memiliki kapasitas absorpsi 40-52 g/g, waktu absorpsi 1-8 menit Kapasitas absorpsi mengalami pengurangan sebesar 15-30% yang selanjutnya absorpsi konstan. Perbedaan kapasitas dan waktu absorpsi dipengaruhi oleh faktor viskositas masing-masing sampel minyak atau oli dan faktor pengempresan kapuk. Berdasarkan sifat absorpsi tersebut, kapuk direferensikan menjadi absorban yang efektif dan efisien dalam oil removal. Oleh karena itu kapuk dapat diaplikasikan menjadi bahan material dalam booms, skimmer dan teknik penyerapan lainnya.

Read more...

Musim Kemarau Pati Selatan Jawa Tengah Rawan Kebakaran

>> Senin, 08 September 2014

PATI – Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Pati mempunyai potensi kerawanan kebakaran cukup tinggi. Daerah yang mempunyai ancaman paling besar berada di wilayah Pati selatan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Pati Heru Suyanta mengatakan, wilayah Pati selatan yang masuk dalam kawasan rawan kebaran yakni Kayen, Karaban, Tambakromo, Jakenan, Puncakwangi dan sekitarnya. Ini disebabkan, wilayah tersebut didominasi wilayah perajin kapuk dan kapas, yang mudah terbakar saat kondisi cuaca panas.
”Kami memang lebih memfokuskan daerah tersebut. Namun tentu saja kami juga tidak menutup kemungkinan adanya potensi kebakaran di daerah lain. Dengan menyiapkan tim yang selalu standby selama 24 jam, kami siap melayani masyarakat saat terjadi kebakaran,” jelasnya kepada Koran Muria, Kamis (5/6).
Lebih lanjut Heru menuturkan, kapuk sangat rentan terbakar ketika cuaca terlalu panas. Sehingga menimbulkan percikan api yang akhirnya memunculkan bara jika tidak segera ditangani. Apalagi kapuk tergolong bahan mudah terbakar, maka penyebaran api akan sangat cepat.
Selain itu, tanaman tebu juga berpotensi terbakar. Karena daun tebu yang mulai mengering, akan cepat terbakar, ketika ada percikan api, meskipun dalam skala kecil. Oleh karenanya PMK Pati mulai melakukan sosialiasi kepada pengusaha kapuk dan petani tebu.
”Kami edukasi masyarakat, untuk dapat meminimalisir terjadinya kebakaran akibat kelalaian. Seperti karena lupa mematikan kompor maupun menggunakan instalasi listrik yang tidak sesuai dengan standar yang ada,” ujarnya.
Khusus untuk usaha yang rawan terjadi kebakaran, pihaknya juga telah meminta agar setiap pengusaha untuk menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Sehingga saat terjadi kebakaran dapat mendapatkan penanganan secepatnya dan tidak sampai menyebabkan kerugian yang lebih luas.
”Kalau harapan kami setiap 150 meter persegi dapat dipasang setidaknya satu APAR. terutama untuk daerah yang dijadikan tempat berkumpul orang, seperti pabrik atau tempat usaha lainnya,” pungkasnya.

Read more...

Pohon Kapuk Randu Pohon Keramat Suku Maya Dan Aztec

>> Selasa, 18 September 2012



Kapuk randu atau biasa disebut kapuk, merupakan tanaman tropis yg punya nama ilmiah Ceiba pentandra gaertn. Meskipun berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, juga Karibia dan Afrika, kapuk randu juga dengan mudah dapat ditemukan di wilayah Asia, seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina.
Nah, kalau di Indonesia, pohon Kapuk paling banyak tumbuh liar di Pulau Jawa, terutama di wilayah Gunung Kidul, Karanganyar, Yogyakarta, Pati, dan masih banyak lagi. Dalam bahasa Jawa, kapuk sering disebut sebagai kapas jawa, kapok jawa atau pohon kapas sutra.
Namanya juga tanaman tropis, tak heran pohon kapuk dengan mudah tumbuh di willayah negeri kita ini. Dengan tinggi batang bisa mencapai 70 meter, pohon Kapuk sering menarik perhatian dengan membuat ‘badai salju’ akibat helai-helai kapuk yang berguguran. Contohnya di kota Bogor, di dekat kampus IPB, di mana ada sebuah jalan yang pinggirannya ditumbuhi pepohonan kapuk. Sungguh pemandangan yang romantis sekali!
Masuk ke manfaat dari si pohon Kapuk ini, ternyata tidak sebatas untuk mengantar kita pergi ke ‘Pulau Kapuk’ lho! Tahukah kamu, 26% dari buah kapuk adalah biji, yang biasa disebut klenteng. Biji kapuk ini mampu menghasilkan minyak goreng yang lebih baik dari minyak kelapa sawit. Kenapa? Karena minyak Kapuk tidak mengandung kolesterol, tidak berbau dan mengandung omega 3, 6, dan 9. Namun karena kandungan asam lemaknya tinggi, minyak kapuk ini gampang tengik, sehingga kurang direkomendasikan menjadi minyak makanan.
Meskipun begitu, minyak kapuk ini pas banget dijadikan bahan bakar alternatif! Caranya mudah. minyak biji kapuk ini harus melewati tiga proses dulu, yaitu proses pengambilan minyak biji kapuk, pemurnian minyak dan proses transesterifikasi. Minyak hasil akhir ini bisa langsung dijadiin pengganti BBM lho! Menjanjikan banget ga sih buat kita yang sering mengalami kelangkaan BBM?!
Ada lebah spesifik yang hanya mau mengambil madu dari bunga pohon kapuk randu ini. Madunya ampuh mengobati banyak penyakit. Sebut saja demam, sariawan, luka bakar, sampe meningkatkan kecerdasan otak lho!
Kulit buah kapuk juga cocok dijadiin bahan membuat kertas, sabun dan baking soda. Selain itu kandungan potasium dan abu di dalamnya membuat kulit buah kapuk pas dijadikan pupuk.
Di banyak lokasi, kapuk ditanam untuk reforestasi, konservasi air dan untuk mensuplai kayu bakar juga untuk pembuatan pagar. Selain itu, daun kapuk randu ini juga bagus banget lho buat memperbaiki tanah, dan juga sebagai pakan ternak.
Pastinya ada dong manfaat makanan dari pohon kapuk. Orang Filipina senang makan daun kapuk muda sebagai sayuran. Di Thailand, penduduknya biasa mengkonsumsi bunga dan buah muda kapuk. Sedangkan buah polong kapuk yang masih sangat muda merupakan favorit banyak orang Jawa.
Last but not least, pohon kapuk dianggap keramat oleh Suku Maya dan Aztec yang dulu hidup di Amerika Tengah dan Selatan gara-gara ukuran dan statusnya yang dipercaya sebagai penghubung bumi dan langit semesta. Unik yah!
Karakter pohon memang berbeda-beda dan ajaib-ajaib. Makanya, jadikan menanam pohon sebagai budaya dan hargai pohon sebagai makhluk hidup yang juga sama-sama tinggal di bumi ini.

Read more...

Analisis Efisiensi Pemasaran Kapuk Randu (Ceiba pentandra)

>> Selasa, 18 Oktober 2011

Perkebunan merupakan sub sektor yang mampu bertahan dari goncangan krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997 - 1998. Kapuk randu merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sudah sejak lama diperdagangkan sebagai salah satu sumber serat alami. Pada tahun 1893 kapuk diperkenalkan sebagai komoditas ekspor yang potensial oleh orang-orang Belanda dalam pameran bertaraf internasional di Chicago (Amerika Serikat). Kapuk memiliki sifat-sifat serat yang baik sebagai bahan baku industri antara lain peredam suara, pelampung kapal, perabot rumah tangga, maka dengan cepat komoditas ini menempati kedudukan penting dalam perdagangan dunia.
Pemasaran memiliki peranan penting, dimana proses ini merupakan kegiatan dimana komoditas berpindah dari tangan produsen ke tangan konsumen. Sebagai salah satu produk pertanian, pemasaran kapuk bersifat musiman, dipengaruhi oleh iklim serta mempunyai elastisitas yang rendah, oleh karenanya sering terjadi fluktuasi harga yang cukup tajam. Panen kapuk randu dilakukan setahun sekali.

Kondisi ini menyebabkan perbedaan harga antara musim panen dengan waktu menjelang panen tahun berikutnya cukup tinggi yaitu sekitar 50 - 100 persen. Di Kecamatan Sukorejo banyak lembaga yang terlibat dalam pemasaran kapuk randu, sehingga terdapat banyak saluran pemasaran, sehingga masing-masing lembaga melakukan fungsi-fungsi pemasaran. Posisi petani dalam pembentukan harga pada umumnya lemah karena harga ditentukan oleh pasar, dan petani hanya menuruti harga yang ditetapkan tengkulak

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dirumuskan beberapa permasalahan dalam penelitian ini yaitu:
1) Bagaimana saluran pemasaran kapuk randu di daerah penelitian?
2) Bagaimana fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran di daerah penelitian dapat memberikan keuntungan?
3) Bagaimana efisiensi pemasaran kapuk randu di daerah penelitian masih dapat dicapai dan ditingkatkan?

Penelitian ini bertujuan untuk:
1) Mempelajari saluransaluran pemasaran yang terjadi di Kecamatan Sukorejo
2) Mempelajari fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan lembaga-lembaga pemasaran di Kecamatan Sukorejo dan mencari fungsi manakah yang memerlukan biaya paling banyak
3) Menganalisis efisiensi pemasaran serat kapuk randu di Kecamatan Sukorejo.
Hipotesis yang diajukan sehubungan dengan penelitian ini adalah diduga system pemasaran kapuk randu pada setiap saluran pemasaran kapuk randu di Kecamatan Sukorejo belum efisien.

Penentuan Kecamatan Sukorejo sebagai lokasi penelitian dilakukan secara sengaja atau purposive, yang didasari oleh pertimbangan sebagai berikut, dari 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Sukorejo menempati posisi ke-7 dalam jumlah produksi total kapuk randu per tahunnya yaitu 201 ton pada tahun 2009. Adapun desa-desa yang ditentukan sebagai daerah penelitian adalah Desa Suwayuwo, Desa Ngadimulyo, Desa Tanjungarum, Desa Mojotengah, dan Desa Gunting. Penentuan desa-desa yang akan diteliti dilakukan secara accidental.

Penentuan sampel petani dilakukan dengan berpedoman pada pendapat Nasution (1996), bahwa > 10% dari unit populasi sudah dianggap mencukupi. Responden lembaga pemasaran dipilih dengan metode .snow ball sampling melalui pendekatan lembaga. Metode analisis data yang dugunakan adalah
1) Analisis deskriptif
untuk menggambarkan lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran pemasaran beserta aktivitas fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran pada tiap-tiap saluran pemasaran.
2) Analisis kuantitatif
meliputi analisis marjin pemasaran, rasio keuntungan atas biaya, analisis efisiensi
harga, dan analisis efisiensi operasional.

Dari analisis deskriptif diperoleh hasil bahwa di daerah penelitian terdapat enam saluran pemasaran, dan dari masing-masing lembaga pemasaran tidak semuanya melakukan fungsi pemasaran yang sama karena disesuaikan dengan peranannya. Sedangkan dari analisis kuantiatif diperoleh hasil bahwa berdasarkan perhitungan efisiensi marjin pemasaran, saluran pemasaran kapuk randu yang paling efisien jika di bandingkan dengan saluran pemasaran lainnya adalah saluran pemasaran III dengan nilai efisiensi sebesar 0,26. Lembaga pemasaran yang mencapai nilai rasio k/b yang paling tinggi adalah pengecer pada saluran III sebesar 3,42. Pengecer memperoleh rasio keuntungan dan biaya lebih besar dari 1, lembaga tersebut memperoleh keuntungan yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan dan dapat dikatakan efisien. Share paling rendah yang diterima petani sebesar terdapat pada saluran VI sebesar 3,40% dari harga konsumen, sedangkan share yang paling tinggi ada pada saluran I sebesar 14,84%.

Hal ini dikarenakan perbedaan harga jual yang tinggi antara pengecer dan petani. Melalui pendekatan analisis efisiensi harga didapatkan hasil bahwa fungsi transportasi dan fungsi
penyimpanan yang dilakukan lembaga pemasaran efisien, sedangkan pada fungsi prosesing belum efisien karena selisih harga yang didapat lebih rendah dari rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk melakukan fungsi prosesing. Melalui pendekatan analisis efisiensi operasional fungsi transportasi, fungsi transportasi yang dilakukan lembaga pemasaran efisien karena persentase rata-rata angkut mencapai 100 persen yang merupakan kapsitas normal alat angkut. Sedangkan pada fungsi penyimpanan belum efisien, hanya tengkulak yang melakukan fungsi penyimpanan dengan efisien karena rata-rata kapasitas untuk menyimpan lebih kecil dari rata-rata kapasitas gudang.

Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah
1) Petani disarankan untuk lebih memperhatikan informasi harga pasar dan meningkatkan
tenik budidaya tanaman kapuk secara lebih intensif.
2) Lembaga pemasaran kapuk randu disarankan untuk mengurangi biaya pemasaran, mengefisiensikan fungsi penyimpanan, melakukan promosi serat kapuk randu, dan perlunya dibentuk paguyuban pengusaha pengolah kapuk randu.
3) Instansi perkebunan dan kehutanan di Kabupaten Pasuruan dan Kecamatan Sukorejo disarankan untuk memasyarakatkan tanaman kapuk sebagai komoditas ekspor yang penting, memberikan pengetahuan yang luas kepada masyarakat, dan memperbaiki
peremajaan tanaman, serta kultur teknis.

Read more...

Menanam Pohon Dan Menuai Rejeki

>> Sabtu, 01 Oktober 2011



Pemanasan global merupakan dampak dari aktivias manusia terutama dalam penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali serta perubahan penggunaan lahan. Ambil contoh saja daerah Kalimantan Barat, beberapa bulan lalu Gubernur Kalbar mengatakan, bahwa permasalahan lain adalah terjadinya, degradasi hutan, penjarahan hutan, alih fungsi lahan dan kebakaran hutan, sehingga deforestrasi hutan terus meningkat, dimana secara nasional tercatat mencapai rata-rata 1,08 juta Ha per tahun. Kemudian, berdasarkan master plan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat saat ini terdapat lahan kritis kurang lebih 5,1 juta Ha, yaitu berada di dalam kawasan hutan seluas 2,1 juta Ha dan di luar kawasan hutan seluas 2,9 juta Ha.



"Kita menyadari bahwa upaya rehabilitasi hutan dan lahan sampai saat ini belum mampu memulihkan seluruh lahan yang rusak," katanya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, wilayah Kalbar sendiri telah melakukan penanaman pohon guna mengantisipasi dampak pemanasan global tersebut, Departemen Kehutanan menyumbang 25 ribu batang dan melalui BP DAS Kapuas sebanyak 20 ribu batang. Seluruh kabupaten dan Kota se Kalimantan Barat juga melaksanakan kegiatan penanaman serentak dengan jumlah bibit sebanyak 263.700 batang. Rehabilitasi hutan dan lahan pentingnya karena menjaga ekosistem lingkungan hidup sangat penting. “Saya hanya ingin mengingatkan kembali, bahwa kondisi kawasan hutan di Kalimantan Barat saat ini sudah dalam kondisi terdegradasi. Sehingga upaya untuk melakukan rehabilitasi terhadap hutan dan lahan sudah sangat mendesak untuk diwujudkan bersama,” kata dia.


Sebagai orang nomor satu di Kalbar saat ini sangat berharap, seluruh masyarakat dapat menjadi motivator dan penggerak penyelamat lingkungan. Sehingga gerakan menanam dan memelihara pohon menjadi suatu gerakan yang solid dan bergulir serta terus membesar, yang pada gilirannya akan berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, kami menawarkan strategi yang menciptakan iklim kondusif bagi tumbuhnya upaya-upaya rehabilitasi dan konservasi hutan oleh masyarakat.

Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia memandang penting, penanaman pohon, yang dilakukan secara serempak di Indonesia. Sebab dengan cara ini, Indonesia telah mampu menyelamatkan paru-paru dunia, yakni hutan.Menurutnya bumi saat ini tengah menghadapi beberapa ancaman global, seperti erosi, polusi dan rusaknya lingkungan alam, kepunahan dan hilangnya beberapa jenis flora dan fauna, pemanasan global, kebakaran lahan dan hutan, masalah sampah, dan ledakan penduduk.Aksi penanaman pohon serentak di Indonesia dan Pekan Pemeliharan pohon, menurutnya telah mengarah pada suatu partisipasi yang didorong kesadaran, kemauan dan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia.
Alasan dari kegiatan ini, Indonesia memiliki peran yang penting dalam isu perubahan iklim global dalam kaitannya dengan keadaan sumber daya hutan, yang dinilai memiliki peran sebagai penyimpan, penyerap ,dan sumber emisi karbon.

"Sebagai volunteer kita bertekad untuk turut mengurangi emisi gas rumah kaca, upaya yang kita lakukan salah satunya dengan menanam pohon. Makin banyak kita memelihara pohon maka pohon-pohon ini berubah menjadi hutan yang mampu menyerap gas-gas rumah kaca itu," kata dia kepada wartawan.
Oleh karena itu, jelas kebijakan pemerintah dalam pengelolaan hutan agar dapat diperhatikan, karena manfaatnya sebagai paru-paru dunia dan penyuplai oksigen. Saat ini pemanasan global telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi yang tinggi.

Perubahan iklim akibat pemanasan global, pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil, seperti bahan bakar minyak, batubara atau bahan yang tidak dapat diperbaharui. Dampak pemanasan global ini dapat dirasakan secara keseluruhan oleh seluruh dunia saat ini adalah perubahan iklim, yaitu makin panjangnya musim panas dan makin pendek musim hujan, hingga terjadi gagal panen. Akibatnya, hal ini akan mengancam produktivitas dan kesejahteraan petani.

Here is what the environmental mission statement reads:
We are dedicated to contributing to a sustainable future for our planet through:
Commitment to the 3 “R’s”
Reduce consumption, waste and pollution
Reuse what we have
Recycle everything we can
Conserving energy, water, and other natural resources
Compliance with all enviornmental regulations
Striving to buy, sell, and use environmentally friendly products
Educating employees, customers and other businesses
Together we can make a difference…

Kami berharap ini akan menjadi warisan yang sangat berharga dan tak ternilai bagi anak cucu kita di kemudian hari, inilah saatnya kita bersatu untuk mewujudkan itu dengan tindakan yang lebih nyata.

Read more...

Kasur Kapuk Lipat

>> Kamis, 01 September 2011


Saya ini termasuk dalam generasi kapuk. Maksud saya, generasi yang dibesarkan di atas kasur kapuk. Bukan seperti manusia-manusia modern sekarang yang tidur di atas besi yang dipilin-pilin hingga menyimpan energi pegas dan bila ditiduri akan mentul-mentul.
Bagi saya, tempat tidur kapuk itu unik. Mau dibilang empuk tapi kok kalah empuk dengan kasur pegas. Mau dibilang keras kok ya tidak sekeras tikar jerami yang di taruh di atas lantai. Mungkin rasa “pas”, itu yang cocok untuk menggambarkan kasur kapuk dalam pandangan saya.
Selain rasanya yang seperti saya tulis di atas, kasur kapuk juga punya keunikan lain. Keunikan itu adalah pada aromanya yang khas.

Aroma kasur kapuk, apalagi yang sudah lama ditiduri, itu khas sekali. Entah bagaimana saya menggambarkannya dengan kata-kata. Yang jelas, tidur di kasur kapuk itu rasanya seperti dipeluk oleh kehangatan aroma khas itu. Selain itu kasur kapuk relatif tidak menyerap panas beda sama kasur pegas yang justru konduktor panas, hal ini menyebabkan kasur kapuk terasa nyaman saat udara mulai memanas sekalipun. Kalau kita berpikir lebih jauh lagi kasur kapuk ini mempunyai dampak positif bagi bumi kita ini karena sifatnya yang ramah lingkungan dan terbarukan, akan tetapi karena sifat alaminya tersebut kasur kapuk tidak bisa berumur cukup lama dibanding produk sintetis turunan dari minyak bumi.

Kasur kapuk juga lucu karena ada tipu-tipunya. Ada kasur kapuk yang terlihat gendut semlohai saat berada di toko tapi langsung kurus kering dan kempot ketika sudah ditiduri barang satu minggu. (ada yang bilang kasur model ini kapuknya ditiupi angin hingga mengembang dan terlihat berisi). Selain itu kasur kapuk juga perlu diisi ulang setiap beberapa lama. Proses isi ulangnya juga unik yaitu dengan mengeluarkan kapuk yang sudah ada di dalam kasur, mengaduknya dengan kapuk baru (yang lagi-lagi timbangan dan penampakannya bisa ditipu-tipu), lalu memasukkannya lagi ke dalam kasur. Semua harus dilakukan dengan penutup hidung karena serat-serat kapuk yang halus sering nakal dan beterbangan lalu hinggap di hidung hingga membuat bersin berkepanjangan.
Sekarang demi kepraktisan saya sudah tidak memakai kasur kapuk lagi. Selain karena sudah jarang yang jual, saya juga tidak tahan dengan praktek tipu-tipu seperti yang saya sebut di atas. Tapi selalu ada kerinduan akan kasur kapuk. Setiap kali pulang ke Jakarta, saya selalu menyempatkan tidur di kasur kapuk milik ibu. Rasa dan baunya, sungguh khas.
Dua minggu lalu saat berjalan-jalan ke Ubud secara tidak sengaja saya menemukan sebuah toko penjual kain batik antik. Tanpa disengaja pula saya melihat salah satu produk mereka yang adalah kasur kapuk yang bisa dilipat sedemikian rupa hingga menjadi semacam sofa kecil. Saya langsung jatuh cinta begitu merasakan duduk dan tiduran di atasnya. Bau khas kapuk segera menyergap hidung saya dan mengembalikan kenangan masa lalu yang indah. Tanpa pikir panjang saya langsung menanyakan harganya. Tawar menawarpun berlangsung seru karena si pemilik toko, seorang nenek yang menyebut dirinya sebagai dadong (bahasa Bali untuk nenek), sangat baik, ramah, dan penuh canda. Tanpa dikira saya berhasil mendapatkan harga yang menurut saya murah. Jadilah kasur kapuk lipat itu saya boyong ke rumah.
Di rumah, kasur lipat itu benar-benar menjadi teman saya saat membaca buku atau sekedar tidur-tiduran di siang bolong nan panas. Menaruh badan saya di atasnya serasa seperti kembali ke pelukan keluarga yang hangat. Apalagi kasur lipat itu dibalut batik antik seperti yang almarhumah eyang saya selalu pakai setiap hari, sungguh nyaman rasanya.
Lagi-lagi saya termasuk dalam generasi kapuk. Jadi mungkin tulisan ini sangat tidak berarti bagi generasi pegas.

Read more...
Powered By Blogger
JANGAN SALAH MEMILIH DALAM BERBISNIS | ANDA LAYAK MENDAPATKAN PRODUK TERBAIK | HUBUNGI : ARIF MULYADI (+62) 08562700040