KAMI SUKA MEMBINA KERJASAMA | KAMI MENJAGA KUALITAS PRODUK | KEPUASAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI | HOTLINE CALL: (+62) 08562700040



Cerita Sepasang Pohon Randu 'Raksasa' 2021

>> Senin, 22 Maret 2021

Pemalang - Sepasang pohon randu ukuran besar atau 'raksasa' berdiri berjejer mengapit jalan raya Pemalang-Purbalinga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Randu yang disebut berusia ratusan tahun itu dinamai randu lanang (pria) dan randu wedok (wanita).

"Kalau usianya, saya kecil saja pohon randu sudah sebesar ini. Cerita persis tidak tahu. Soalnya diceritakan turun-temurun dan banyak versinya," kata sesepuh warga setempat, Mbah Rais (68), kepada detikcom, Jumat (19/3/2021).

"Ada yang menyebut randu lanang dan wedok. Ya bisa saja, dari bentuk pohon randu bisa dilihat sendiri," tambahnya.

Mbah Rais menyebutkan selama ini pohon randu itu dikenal orang berada di wilayah Randudongkal. Padahal, lokasinya masuk Desa Sikasur, Kecamatan Belik. Menurut Mbah Rais, randu berumur sekitar ratusan tahun, tingginya lebih dari 40 meter. Sedangkan diameternya bila delapan orang melingkar dengan berpegangan tangan tidak cukup.

"40 meter lebih ya tingginya. Kalau besarnya, perlu delapan orang bahkan bisa lebih, jika melingkar saling berpegangan tangan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sikasur, Kusni, mengatakan sepasang pohon randu tersebut terbilang langka jika dilihat dari ukurannya. Di Desa Sikasur ada tiga pohon randu 'raksasa'. Selain sepasang randu jejer, ada juga satu pohon randu serupa yang letaknya cukup jauh yakni di Karangmulya.

"Tidak ada yang berani tebang. Makanya siapapun harus bareng menjaganya," kata Kusni. Ia menceritakan, beberapa tahun yang lalu ada warga asal Purwokerto yang penasaran dan mampir saat dini hari untuk mengambil foto di lokasi pohon randu raksasa itu."Beberapa tahun yang lalu, jam satu malam, ada dosen senior dari Purwokerto, ada enam orang, penasaran, malam-malam memfoto randu jejer. Ada penampakan. Ular besar. Ada apinya," katanya.

"Dikeramatkan warga. Tapi, warga sini tidak ada ritual khusus apapun," jelasnya.

Kusni menambahkan, pohon randu jejer raksasa akhir-akhir ini memang tengah tren untuk dijadikan lokasi swafoto kalangan muda-mudi.

"Ya tidak masalah. Hanya saja, dilakukan di lokasi yang aman, mengingat lokasi setempat kan jalannya menikung. Jangan dilakukan di jalan raya. Karena selain mengganggu arus kendaraan juga membahayakan, karena jalan menikung sangat tajam," imbaunya.

"Saya imbau juga, untuk tidak merusak pohon. Atau mengotori pohon dengan sampah-sampah. Kita harus bersama-sama menjaganya," pungkasnya.

 

 

Read more...

Kapuk Karaban Diekspor Hingga ke Jepang Tahun 2020

>> Kamis, 25 Februari 2021

Jika di tanah air kapuk randu jadi bahan baku kasur, lain halnya dengan di negeri matahari terbit Jepang yang menjadikan serat kapuk menjadi bahan baku pembuatan body armour (baju pelindung untuk polisi dan militer).

Hal ini diungkapkan salah satu IKM (Industri Kecil Menengah) dari Desa Karaban, Gabus Pati dengan produk Kapuk Fiber yang diekspor ke negeri matahari terbit tersebut. Untuk melakukan produksi kapuk jenis ini memiliki spesifikasi khusus dan tidak setiap pabrik tempat produksi memiliki kemampuan membuatnya karena berbeda kegunaannya.


Kapuk fiber telah terjaring dalam pelatihan ECP (Export Coaching Program) tahun 2021 selama kurang lebih 1 tahun serentak akan dilaksanakan di tiga provinsi yakni regional Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

ECP sendiri terlaksana berkat kerjasama Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mengadakan Workshop dan Verifikasi Perusahaan Export Coaching Progam selama empat hari dari tanggal 22-25 Februari 2021 bertempat di Hotel Gets Semarang.

“Kami telah menunggu program pemerintah ini yang mana akan dilakukan inkubasi sampai berhasil melaksanakan ekspor di NTE (Negara Tujuan Ekspor) sebab produk Kapuk Fiber punya pasar yang potensial dan sangatlah ramah lingkungan,” ungkap Dimas, Selasa, 23 Februari 2021 .

Perusahaannya telah melakukan ekspor untuk pertama kalinya di Agustus 2020 yang lalu melalui pihak ketiga. Selain itu, kemarin bertepatan saat mengikuti workshop ini yang bersangkutan telah menerima hasil uji sampel yang dikirim ke Jepang.  “That Java Kapok is Indonesia’s most Eco Friendly Fiber,” Ungkap Client Jepang.

“Semoga dengan inkubasi ECP ini, bisa memberi dampak positif ke Masyarakat Kabupaten Pati. Karena dapat menyerap tenaga kerja dan membuka lahan pekerjaan baru. Sehingga mampu memberikan PAD Kabupaten Pati dan Devisa Negara. Sebab sangatlah besar potensi pasar untuk produk kapuk randu di luar sana,” harapnya.

Read more...
Powered By Blogger
JANGAN SALAH MEMILIH DALAM BERBISNIS | ANDA LAYAK MENDAPATKAN PRODUK TERBAIK | HUBUNGI : ARIF MULYADI (+62) 08562700040