KAMI SUKA MEMBINA KERJASAMA | KAMI MENJAGA KUALITAS PRODUK | KEPUASAN ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI | HOTLINE CALL: (+62) 08562700040



Tampilkan postingan dengan label green mission. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label green mission. Tampilkan semua postingan

The Kapok Tree

>> Senin, 18 Februari 2013

A great natural resource.

The kapok tree, also known as the silk cotton tree, is native to New World and to Africa and was transported to Asia where is cultivated for its fiber, or floss. The kapok's huge buttressed trunk tapers upwards to an almost horizontal, spreading crown, where large compound leaves are made up of five to eight long, narrow leaflets. In full sun, the kapok can grow up to 4 meters (13 feet) per year, eventually reaching a height of 50 meters (164 feet).

The kapok tree is deciduous, dropping its foliage after seasonal rainy periods, thus ridding it of damaged leaves while purging the tree of fungi, herbivorous insects, and other organisms. This loss of leaves also improves access for the bats that feed on the sugar-laden nectar of kapok blossoms. In doing so, the bats unwittingly pollinate the tree's flowers. The flowers open at night and have five petals that are white or pink on the outside. Only a few flowers on a given branch will open on any particular night during the two or three weeks that the tree blooms.

Kapoks do not bloom every year, and some may go 5–10 years without flowering. When the tree does bloom, however, it is prolific, producing up to 4,000 fruits measuring up to 15 cm (6 inches) long. Eventually these pods open on the tree, exposing the pale kapok fibers to the wind for dispersal. The fibers, in which over 200 seeds are loosely embedded, are sometimes referred to as silk cotton and are yellowish brown, lightweight, and lustrous.

In harvesting of the great kapok fiber, the pods are either cut down or gathered when they fall, then broken open with mallets. The seed and fiber, removed from the pods by hand, are stirred in a basket; the seeds fall to the bottom, leaving the fibers free. The seeds may be processed to obtain oil for making soap, and the residue is used as fertilizer and cattle feed.

Although kapok wood does not hold screws or nails well, the timber is used for a variety of wood products, including paper. Local peoples have long used kapok logs for carving into canoes. The genus name of the true kapok, Ceiba, likely derives from a Carib word for a dugout boat.

Read more...

Menanam Pohon Dan Menuai Rejeki

>> Sabtu, 01 Oktober 2011



Pemanasan global merupakan dampak dari aktivias manusia terutama dalam penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali serta perubahan penggunaan lahan. Ambil contoh saja daerah Kalimantan Barat, beberapa bulan lalu Gubernur Kalbar mengatakan, bahwa permasalahan lain adalah terjadinya, degradasi hutan, penjarahan hutan, alih fungsi lahan dan kebakaran hutan, sehingga deforestrasi hutan terus meningkat, dimana secara nasional tercatat mencapai rata-rata 1,08 juta Ha per tahun. Kemudian, berdasarkan master plan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat saat ini terdapat lahan kritis kurang lebih 5,1 juta Ha, yaitu berada di dalam kawasan hutan seluas 2,1 juta Ha dan di luar kawasan hutan seluas 2,9 juta Ha.



"Kita menyadari bahwa upaya rehabilitasi hutan dan lahan sampai saat ini belum mampu memulihkan seluruh lahan yang rusak," katanya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, wilayah Kalbar sendiri telah melakukan penanaman pohon guna mengantisipasi dampak pemanasan global tersebut, Departemen Kehutanan menyumbang 25 ribu batang dan melalui BP DAS Kapuas sebanyak 20 ribu batang. Seluruh kabupaten dan Kota se Kalimantan Barat juga melaksanakan kegiatan penanaman serentak dengan jumlah bibit sebanyak 263.700 batang. Rehabilitasi hutan dan lahan pentingnya karena menjaga ekosistem lingkungan hidup sangat penting. “Saya hanya ingin mengingatkan kembali, bahwa kondisi kawasan hutan di Kalimantan Barat saat ini sudah dalam kondisi terdegradasi. Sehingga upaya untuk melakukan rehabilitasi terhadap hutan dan lahan sudah sangat mendesak untuk diwujudkan bersama,” kata dia.


Sebagai orang nomor satu di Kalbar saat ini sangat berharap, seluruh masyarakat dapat menjadi motivator dan penggerak penyelamat lingkungan. Sehingga gerakan menanam dan memelihara pohon menjadi suatu gerakan yang solid dan bergulir serta terus membesar, yang pada gilirannya akan berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, kami menawarkan strategi yang menciptakan iklim kondusif bagi tumbuhnya upaya-upaya rehabilitasi dan konservasi hutan oleh masyarakat.

Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia memandang penting, penanaman pohon, yang dilakukan secara serempak di Indonesia. Sebab dengan cara ini, Indonesia telah mampu menyelamatkan paru-paru dunia, yakni hutan.Menurutnya bumi saat ini tengah menghadapi beberapa ancaman global, seperti erosi, polusi dan rusaknya lingkungan alam, kepunahan dan hilangnya beberapa jenis flora dan fauna, pemanasan global, kebakaran lahan dan hutan, masalah sampah, dan ledakan penduduk.Aksi penanaman pohon serentak di Indonesia dan Pekan Pemeliharan pohon, menurutnya telah mengarah pada suatu partisipasi yang didorong kesadaran, kemauan dan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia.
Alasan dari kegiatan ini, Indonesia memiliki peran yang penting dalam isu perubahan iklim global dalam kaitannya dengan keadaan sumber daya hutan, yang dinilai memiliki peran sebagai penyimpan, penyerap ,dan sumber emisi karbon.

"Sebagai volunteer kita bertekad untuk turut mengurangi emisi gas rumah kaca, upaya yang kita lakukan salah satunya dengan menanam pohon. Makin banyak kita memelihara pohon maka pohon-pohon ini berubah menjadi hutan yang mampu menyerap gas-gas rumah kaca itu," kata dia kepada wartawan.
Oleh karena itu, jelas kebijakan pemerintah dalam pengelolaan hutan agar dapat diperhatikan, karena manfaatnya sebagai paru-paru dunia dan penyuplai oksigen. Saat ini pemanasan global telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi yang tinggi.

Perubahan iklim akibat pemanasan global, pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil, seperti bahan bakar minyak, batubara atau bahan yang tidak dapat diperbaharui. Dampak pemanasan global ini dapat dirasakan secara keseluruhan oleh seluruh dunia saat ini adalah perubahan iklim, yaitu makin panjangnya musim panas dan makin pendek musim hujan, hingga terjadi gagal panen. Akibatnya, hal ini akan mengancam produktivitas dan kesejahteraan petani.

Here is what the environmental mission statement reads:
We are dedicated to contributing to a sustainable future for our planet through:
Commitment to the 3 “R’s”
Reduce consumption, waste and pollution
Reuse what we have
Recycle everything we can
Conserving energy, water, and other natural resources
Compliance with all enviornmental regulations
Striving to buy, sell, and use environmentally friendly products
Educating employees, customers and other businesses
Together we can make a difference…

Kami berharap ini akan menjadi warisan yang sangat berharga dan tak ternilai bagi anak cucu kita di kemudian hari, inilah saatnya kita bersatu untuk mewujudkan itu dengan tindakan yang lebih nyata.

Read more...
Powered By Blogger
JANGAN SALAH MEMILIH DALAM BERBISNIS | ANDA LAYAK MENDAPATKAN PRODUK TERBAIK | HUBUNGI : ARIF MULYADI (+62) 08562700040